Sabtu, 28 Juli 2018

RENJANA

Hai,,,
Kapan kita bisa ketemu ?
Rasa ini ingin menggelegar di hati
Seperti bom atom yang ingin meledak

menggembara di tengah padang pasir
yang haus air ditengah teriknya surya
seperti itu aku yang haus akan kasih dan sayangmu

Aku tahu rindu itu berat
Aku tidak bisa bergerak kemanapun
Karena setengah jiwaku bersama mu


Yogyakarta 31 April 2018

Selasa, 26 September 2017

AR 33 (Part I)

Saat dekat, satu katapun tak pernah terucap
Yang ada hanya bibir manismu yang tersingkap
Padahal jarak diantara kita sangat dekat
Atau kita punya kesibukkan yang padat
Hingga kita tak pernah bercakap-cakap

Dari banyak cerita kehidupan ini
Kau memilih memulai saat aku pergi
Hal yang tak biasa pada semua ini
Kenapa waktu itu bisa terjadi

Pernah sesal dari akhir waktu
Saat semuanya telah berlalu
Mungkin itu cara kamu
Agar kamu tak merasa malu

Jika kamu tahu
Apa yang ku rasa saat itu
Rasa yang pernah mati
Lalu hidup kembali









Jumat, 30 Desember 2016

Jiwa Yang Kosong

Terlalu mudah untuk mengatakan
Terlalu mudah untuk dilepaskan
Terlalu mudah untuk dilupakan
Tanpa pernah berpikir
Apa yang telah dilakukan

Terkedang semuanya bisa saja datang menari-nari diatas kepala
Tak pernah mengenal waktu,
Begitu cepat dan membekas

Lalu bertanya pada jiwa yang kosong,
Untuk mencari jawaban atas kekosongan jiwa

#HRZ


Kamis, 07 Januari 2016

MEMILIH ADALAH CARA UNTUK HIDUP

Terkadang hidup itu sebuah pilihan,
Menentukkan jalan yang akan dilalui.
Apa yang dipilih itu yang akan dijalani.
Saat semua percaya dengan pilihannya
Maka akan ada energi untuk menjalaninya,
Sehingga mampu bertahan dalam pilihannya.
Tapi bagaimana pilihan itu adalah hal yang buruk dalam hidup,
jawabannya adalah ........................

tidak ada kata buruk dalam menentukkan pilihan,
apapun itu semua ada konsekuensinya,
hanya saja ada yang membuat kita belajar untuk menjadi yang baik. 


"Guru terbaik dalam kehidupan    adalah PENGALAMAN."


PRINSIP LAKI-LAKI

Saya belajar menjadi laki-laki dewasa, saya pegang apa yang saya katakan sekarang. Hal yang mungkin susah untuk saya buktikan, tapi laki-laki itu pantang menyerah ketika belum mencobanya. saya mau belajar menjadi orang lebih baik dari keburukan saya terdahulu, BUKAN orang dengan keburukannya tapi berpura-pura menjadi lebih baik. Saya bukanlah manusia bertopeng dengan ribuan tingkah laku yang berbeda dan raut wajah berbeda. serta saya juga bukanlah aktor yang bisa memainkan ribuan film dengan perannya yang berbeda. Terkadang sulit saya untuk membayangkan apa yang terjadi, Seperti dusta yang tak pernah berhenti, ini yang membuat saya belajar tentang kebencian Karna Saya adalah saya.

Sekarang saya menikmati kehidupan ini, kehidupan yang mungkin saya sudah lupakan dari bagian masa lalu. karena saya bukan hidup untuk masa lalu tapi hidup untuk masa depan. Apa yang dilakukan sekarang adalah bagian dari masa depan nanti.

Minggu, 04 Mei 2014

SERIBU PERTANYAAN

Kenapa kau lakukan ini padaku ?
Kenapa kau lakukan ini begitu mudahnya ?
Kau membuatku sulit tersenyum karena ?
Kau membuatku sulit bernafas ?
Kenapa kau langgar semua janji kita ?
Kenapa kau lakukan ini padaku ?

Kau langgar semua janji kita
Ini sulit untuk ku membayangkan
Ini seperti dusta, dusta tiada akhir
Ini yang membuatku belajar tentang kebencian

Mungkin aku yang salah, atau kita sama saja
Namun apapun yang kau katakan
Aku takkan pernah percaya lagi

Yang harus kukatakan selamat tinggal
Kita lebih baik seperti ini.

Sabtu, 19 April 2014

Cerita saya dengan Prof. Dr. Mulyadi, Apt


Prof. Dr. Mulyadi, Apt
Tempat tanggal lahir : Klaten, 10 Maret 1945
              Wafat             : Yogyakarta, 18 April 2014




Di hari Jumat tanggal 18 April 2014 telah meninggal Dosen Favorit saya. Badannya tinggi besar, senyumnya yang tak pernah lepas dari wajahnya, beliau selalu tepat waktu dalam mengajar, meskipun mahasiswanya telat namun beliau tak pernah marah. Saya teringat kata-kata beliau, ketika itu mata kuliah kimia medisinal II pelajarannya tentang obat kardiovaskuler, yang mana beliau selalu membawa salah satu obat kardiovaskulernya. Dalam mengajarnya beliau selalu semangat untuk memberikan ilmunya kepada mahasiswanya dengan suara yang parau, dan setiap mengajar beliau selalu berdiri di depan kelas tanpa pernah beliau duduk untuk menjelaskan materinya, meskipun badan yang tinggi besar itu terlihat gagah tetapi di dalam tubuhnya ada sebuah penyakit yang menggerogoti tubuh beliau. Beliau selalu memberikan materi yang kiranya keluar dalam ujian, menurut saya itu salah satu cara beliau agar mahasiswa tidak tidur di kelasnya dan juga memberikan semangat mahasiswa untuk belajar mata kuliahnya karena beliau orangnya tak pernah marah. Meskipun beliau seorang Profesor namun beliau selalu sederhana tak ada batasan antara beliau dengan mahasiswanya.

Ini Cerita saya dengan Beliau :
Dan di hari sabtu 19 April 2014 beliau di makamkan di makam keluarga UGM. Saya dan teman saya menghadiri acara pemakamanya meskipun dalam perjalanannya banyak hal yang terjadi. Saya memang tak beriringan dalam mengantar jenazah beliau, karena saya pada jam 9.30 baru selesai ujian Kromatografi dan teman saya bilang kalau beliau akan dimakamkan pada jam 10.00. Saya berpikir tak akan sempat waktu untuk menghadiri acara pemakaman beliau, namun di dalam diri saya memiliki niat untuk mengantarkan jenazah beliau ke tempat peristirahatan yang terakhir sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau. Beliau memang bukan wali dosen saya, tapi dia dosen favorit saya.
Seketika saya dan teman saya langsung ke makam keluarga UGM meskipun teman saya juga tidak tahu di mana tempatnya, namun berbekal nama makamnya maka kami langsung ke UGM. Teman saya kira makam keluarga UGM itu ada di UGM, namun perkiraannya salah. Lalu teman saya bertanya pada orang di sekitar UGM, menanyakan alamat Makam keluarga UGM, akhirnya kami mendapatkan alamatnya di arah ring road utara, namun ketika di persimpangan Gejayan ada razia gabungan kendaraan, untungnya saya dan teman saya memiliki kelengkapan surat dalam mengemudi. Namun teman saya sempat menanyakan makam keluarga UGM ke pada pak polisi yang razia tadi, akhirnya kami mendapatkan informasi dari pak polisi tersebut bahwa lokasinya tak jauh dari simpang tersebut dan di sebrang kanan jalan.
Ketika kami sampai di makam keluarga UGM, terlintas di pikiran saya bahwa suasananya yang  terasa sepi, kemungkinan acara pemakamannya sudah selesai. Dalam benak saya, ada rasa kecewa karena tak bisa melihat langsung proses pemakaman beliau, namun saya dan teman saya memiliki niat untuk datang ke makam beliau meskipun acaranya selesai. saya berpikiran jika makam beliau sudah di makamkan setidaknya saya akan berdoa di makam beliau. Langkah kaki kami pun langsung menuju ke makam. Kami tak tahu makam beliau yang mana, dan teman saya menanyakan seorang bapak yang ada di area makam keluarga UGM tersebut, untuk menanyakan makam beliau di mana, namun bapak itu menjawab bahwa, beliau belum di makamkan. Langsung seketika kami terhenya, dalam pikiran saya, kami belum terlambat. Tak lama kemudian iringan jenazah beliau sampai di tempat pemakaman. Acara pemakaman pun tersebut berlangsung lancar dan hikmat.
Saya pikir ini seperti beliau mengajarkan saya tentang sebuah niat meskipun beliau sudah meninggal namun saya merasakan beliau lah yang mengajarkan tentang sebuah niat ini. Mungkin ini adalah pelajaran terakhir dari beliau kepada saya bahwa sesuatu yang niatnya baik pasti akan mendapatkan hal yang baik. Terima kasih Pak Prof Mulyadi atas semua pelajaran yang engkau berikan kepada saya dan semua mahasiswa yang engkau ajarkan. Semoga ilmu yang bermanfaat yang beliau berikan akan menjadi amal jariyahnya dan semoga segala amal ibadah dan kebaikan beliau di terima disisi-Nya.
Amiiin Ya Rabbal Alamin,,,,,,,,,,,