Prof. Dr. Mulyadi, Apt
Tempat
tanggal lahir : Klaten, 10 Maret 1945
Wafat : Yogyakarta, 18 April 2014
Di hari Jumat tanggal 18 April 2014 telah
meninggal Dosen Favorit saya. Badannya tinggi besar, senyumnya yang tak pernah
lepas dari wajahnya, beliau selalu tepat waktu dalam mengajar, meskipun
mahasiswanya telat namun beliau tak pernah marah. Saya teringat kata-kata
beliau, ketika itu mata kuliah kimia medisinal II pelajarannya tentang obat
kardiovaskuler, yang mana beliau selalu membawa salah satu obat
kardiovaskulernya. Dalam mengajarnya beliau selalu semangat untuk memberikan
ilmunya kepada mahasiswanya dengan suara yang parau, dan setiap mengajar beliau selalu berdiri di depan kelas tanpa pernah beliau duduk untuk menjelaskan materinya, meskipun badan yang tinggi besar itu terlihat gagah tetapi di dalam tubuhnya ada sebuah penyakit yang menggerogoti tubuh beliau. Beliau selalu memberikan
materi yang kiranya keluar dalam ujian, menurut saya itu salah satu cara beliau
agar mahasiswa tidak tidur di kelasnya dan juga memberikan semangat mahasiswa
untuk belajar mata kuliahnya karena beliau orangnya tak pernah marah. Meskipun
beliau seorang Profesor namun beliau selalu sederhana tak ada batasan antara
beliau dengan mahasiswanya.
Ini Cerita saya dengan Beliau :
Dan di hari sabtu 19 April 2014 beliau di
makamkan di makam keluarga UGM. Saya dan teman saya menghadiri acara pemakamanya
meskipun dalam perjalanannya banyak hal yang terjadi. Saya memang tak
beriringan dalam mengantar jenazah beliau, karena saya pada jam 9.30 baru
selesai ujian Kromatografi dan teman saya bilang kalau beliau akan dimakamkan
pada jam 10.00. Saya berpikir tak akan sempat waktu untuk menghadiri acara
pemakaman beliau, namun di dalam diri saya memiliki niat untuk mengantarkan
jenazah beliau ke tempat peristirahatan yang terakhir sebagai bentuk
penghormatan saya kepada beliau. Beliau memang bukan wali dosen saya, tapi dia
dosen favorit saya.
Seketika saya dan teman saya langsung ke
makam keluarga UGM meskipun teman saya juga tidak tahu di mana tempatnya, namun berbekal
nama makamnya maka kami langsung ke UGM. Teman saya kira makam keluarga UGM itu ada di
UGM, namun perkiraannya salah. Lalu teman saya bertanya pada orang di sekitar
UGM, menanyakan alamat Makam keluarga UGM, akhirnya kami mendapatkan alamatnya di arah
ring road utara, namun ketika di persimpangan Gejayan ada razia gabungan
kendaraan, untungnya saya dan teman saya memiliki kelengkapan surat dalam
mengemudi. Namun teman saya sempat menanyakan makam keluarga UGM ke pada pak polisi yang
razia tadi, akhirnya kami mendapatkan informasi dari pak polisi tersebut bahwa
lokasinya tak jauh dari simpang tersebut dan di sebrang kanan jalan.
Ketika kami sampai di makam keluarga UGM, terlintas
di pikiran saya bahwa suasananya yang terasa sepi, kemungkinan acara
pemakamannya sudah selesai. Dalam benak saya, ada rasa kecewa karena tak bisa
melihat langsung proses pemakaman beliau, namun saya dan teman saya memiliki niat
untuk datang ke makam beliau meskipun acaranya selesai. saya berpikiran jika
makam beliau sudah di makamkan setidaknya saya akan berdoa di makam beliau.
Langkah kaki kami pun langsung menuju ke makam. Kami tak tahu makam beliau yang
mana, dan teman saya menanyakan seorang bapak yang ada di area makam keluarga UGM
tersebut, untuk menanyakan makam beliau di mana, namun bapak itu menjawab bahwa, beliau belum di makamkan. Langsung seketika kami terhenya, dalam pikiran saya,
kami belum terlambat. Tak lama kemudian iringan jenazah beliau sampai di tempat
pemakaman. Acara pemakaman pun tersebut berlangsung lancar dan hikmat.
Saya pikir ini seperti beliau
mengajarkan saya tentang sebuah niat meskipun beliau sudah meninggal namun saya
merasakan beliau lah yang mengajarkan tentang sebuah niat ini. Mungkin ini
adalah pelajaran terakhir dari beliau kepada saya bahwa sesuatu yang niatnya
baik pasti akan mendapatkan hal yang baik. Terima kasih Pak Prof Mulyadi atas
semua pelajaran yang engkau berikan kepada saya dan semua mahasiswa yang engkau
ajarkan. Semoga ilmu yang bermanfaat yang beliau berikan akan menjadi amal
jariyahnya dan semoga segala amal ibadah dan kebaikan beliau di terima disisi-Nya.
Amiiin Ya Rabbal Alamin,,,,,,,,,,,
