Sabtu, 19 April 2014

Cerita saya dengan Prof. Dr. Mulyadi, Apt


Prof. Dr. Mulyadi, Apt
Tempat tanggal lahir : Klaten, 10 Maret 1945
              Wafat             : Yogyakarta, 18 April 2014




Di hari Jumat tanggal 18 April 2014 telah meninggal Dosen Favorit saya. Badannya tinggi besar, senyumnya yang tak pernah lepas dari wajahnya, beliau selalu tepat waktu dalam mengajar, meskipun mahasiswanya telat namun beliau tak pernah marah. Saya teringat kata-kata beliau, ketika itu mata kuliah kimia medisinal II pelajarannya tentang obat kardiovaskuler, yang mana beliau selalu membawa salah satu obat kardiovaskulernya. Dalam mengajarnya beliau selalu semangat untuk memberikan ilmunya kepada mahasiswanya dengan suara yang parau, dan setiap mengajar beliau selalu berdiri di depan kelas tanpa pernah beliau duduk untuk menjelaskan materinya, meskipun badan yang tinggi besar itu terlihat gagah tetapi di dalam tubuhnya ada sebuah penyakit yang menggerogoti tubuh beliau. Beliau selalu memberikan materi yang kiranya keluar dalam ujian, menurut saya itu salah satu cara beliau agar mahasiswa tidak tidur di kelasnya dan juga memberikan semangat mahasiswa untuk belajar mata kuliahnya karena beliau orangnya tak pernah marah. Meskipun beliau seorang Profesor namun beliau selalu sederhana tak ada batasan antara beliau dengan mahasiswanya.

Ini Cerita saya dengan Beliau :
Dan di hari sabtu 19 April 2014 beliau di makamkan di makam keluarga UGM. Saya dan teman saya menghadiri acara pemakamanya meskipun dalam perjalanannya banyak hal yang terjadi. Saya memang tak beriringan dalam mengantar jenazah beliau, karena saya pada jam 9.30 baru selesai ujian Kromatografi dan teman saya bilang kalau beliau akan dimakamkan pada jam 10.00. Saya berpikir tak akan sempat waktu untuk menghadiri acara pemakaman beliau, namun di dalam diri saya memiliki niat untuk mengantarkan jenazah beliau ke tempat peristirahatan yang terakhir sebagai bentuk penghormatan saya kepada beliau. Beliau memang bukan wali dosen saya, tapi dia dosen favorit saya.
Seketika saya dan teman saya langsung ke makam keluarga UGM meskipun teman saya juga tidak tahu di mana tempatnya, namun berbekal nama makamnya maka kami langsung ke UGM. Teman saya kira makam keluarga UGM itu ada di UGM, namun perkiraannya salah. Lalu teman saya bertanya pada orang di sekitar UGM, menanyakan alamat Makam keluarga UGM, akhirnya kami mendapatkan alamatnya di arah ring road utara, namun ketika di persimpangan Gejayan ada razia gabungan kendaraan, untungnya saya dan teman saya memiliki kelengkapan surat dalam mengemudi. Namun teman saya sempat menanyakan makam keluarga UGM ke pada pak polisi yang razia tadi, akhirnya kami mendapatkan informasi dari pak polisi tersebut bahwa lokasinya tak jauh dari simpang tersebut dan di sebrang kanan jalan.
Ketika kami sampai di makam keluarga UGM, terlintas di pikiran saya bahwa suasananya yang  terasa sepi, kemungkinan acara pemakamannya sudah selesai. Dalam benak saya, ada rasa kecewa karena tak bisa melihat langsung proses pemakaman beliau, namun saya dan teman saya memiliki niat untuk datang ke makam beliau meskipun acaranya selesai. saya berpikiran jika makam beliau sudah di makamkan setidaknya saya akan berdoa di makam beliau. Langkah kaki kami pun langsung menuju ke makam. Kami tak tahu makam beliau yang mana, dan teman saya menanyakan seorang bapak yang ada di area makam keluarga UGM tersebut, untuk menanyakan makam beliau di mana, namun bapak itu menjawab bahwa, beliau belum di makamkan. Langsung seketika kami terhenya, dalam pikiran saya, kami belum terlambat. Tak lama kemudian iringan jenazah beliau sampai di tempat pemakaman. Acara pemakaman pun tersebut berlangsung lancar dan hikmat.
Saya pikir ini seperti beliau mengajarkan saya tentang sebuah niat meskipun beliau sudah meninggal namun saya merasakan beliau lah yang mengajarkan tentang sebuah niat ini. Mungkin ini adalah pelajaran terakhir dari beliau kepada saya bahwa sesuatu yang niatnya baik pasti akan mendapatkan hal yang baik. Terima kasih Pak Prof Mulyadi atas semua pelajaran yang engkau berikan kepada saya dan semua mahasiswa yang engkau ajarkan. Semoga ilmu yang bermanfaat yang beliau berikan akan menjadi amal jariyahnya dan semoga segala amal ibadah dan kebaikan beliau di terima disisi-Nya.
Amiiin Ya Rabbal Alamin,,,,,,,,,,,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar